uppi’s weblog


OODA (Observe – Orient – Decide – Act)
April 10, 2008, 5:38 am
Filed under: IT Strategic, Kuliah CIO

OODA (Observe – Orient – Decide – Act) pertama kali diperkenalkan oleh Kolonel John Boyd (1927 – 1977) yang merupakan seorang pilot pesawat tempur saat terjadinya Perang Dunia II, Perang Korea dan Vietnam. Strategi ini merupakan sebuah strategi perang atau seni berperang sehingga ada yang mengatakan bahwa John Boyd adalah “the next” Sun Tzu. Namun walaupun konsep ini awalnya hanyalah sebuah strategi perang, sama seperti konsep Sun Tzu dengan “The Art of War” -nya , OODA ini juga ternyata banyak diadaptasi ke dalam bidang pemasaran dan bagaimana menghadapi persaingan bisnis karena dianggap sangat relevan dengan kenyataan yang terjadi di dunia bisnis.
O-O-D-A ini digambarkan oleh John Boyd dalam resep empat langkah untuk mencapai kemenangan. Langkah-langkah ini disebut dengan OODA loop. Loop ini adalah siklus keputusan yang berputar secara konstan yang menggambarkan alur pikiran setiap saat ketika menghadapi permasalahan dari hal yang sederhana sampai yang kompleks. Siklus dari loop ini digambarkan sebagai berikut:


Gambar 1. OODA Loop [1]


Gambar 2. OODA Loop Detil [3]

Bila dikaitkan dengan “The Art of War” Sun Tzu maka OODA Loop ini merupakan pengaplikasian prinsip-prinsip “The Art of War” [2] sebagai berikut:
1. “If you know others and know yourself, you will not be imperiled in a hundred battles…if you do not know others and do not know yourself, you will be imperiled in every single battle.”
Prinsip ini menjelaskan bagaimana pentingnya memahami system kita sendiri dan musuh kita bagaimana kemampuannya, kebutuhannya, tujuannya dan nilai yang ada.
2. “Unless you know the mountains and forests, the defiles and impasses, and the lay of the marshes and swamps, you cannot maneuver with an armed force.”
Prinsip ini menekankan kebutuhan untu memahami benar lingkungan luar di mana kita dan saingan kita beroperasi. Dalam bisnis, ini lebih dari sekedar kondisi pasar atau lingkungan regulasi. Ini termasuk lingkungan politik dan budaya juga.
3. “I have heard of military operations that were clumsy but swift, but I have never seen one that was skillful and lasted a long time. It is never beneficial to have [an] operation continue for a long time.”
4. “Act after having made assessments. The one who first knows the measures of far and near wins.”
Penekanan disini pada pelaksanaan penilaian. Ini merupakan istilah lain untuk “ sintesakan seluruh informasi menjadi gambaran yang jelas terhadap apa yang sedang terjadi dan di mana kita berada di situasi tersebut, kemudian bertindak.The emphasis here is on making assessments.
5. “Generals who know all possible adaptations to take advantage of the ground know how to use military forces. If generals do not know how to adapt advantageously, even if they know the lay of the land they cannot take advantage of it.”
6. “Adaptation means not clinging to fixed methods, but changing appropriately according to events, acting as is suitable. [Zhang Yu]”
7. “A military force has no constant formation, water has no constant shape: the ability to gain victory by changing and adapting according to the opponent is called genius.”
Ketiga pedoman ini semuanya tentang fleksibilita dan kapabilitas memilih atau mengadaptasi situasi baru secara cepat.
8. “In battle, confrontation is done directly, victory is gained by surprise.”

OODA Loop sendiri terdiri dari 4 elemen, dimana pelaksanaannya haruslah secara berurutan yaitu:
1. Observe
Observasi merupakan langkah pertama dimana pencarian informasi dilakukan. Informasi ini misalnya tentang lingkungan, behavior dan kecenderungan sendiri dan lawan, fisik, mental dan situasi moral
2. Orient
Merupakan sintesis dari berbagai macam kontribuso, termasuk tradisi budaya, pengalaman sebelumya, keturunan genetis dan informasi barus berdasarkan kenyataan tak tentu. Kontribusi ini akan dianalisi dan disintesis menjadi gambaran realitas.
3. Decision
Langkah ini adalah langkah eksplisit yang berarti aktifitas diskrit yang dilakukan secara sadar untuk mengikuti orientasi
4. Act
Merupakan langkah yang diimplementasikan dengan cara berinteraksi dengan lingkungan.
Sederhananya melalui OODA ini John Boyd mengajarkan bahwa kita bisa mengetahui bagaimana cara berpikir musuh, bagaimana seorang pemimpin dan bawahannya berpikir, bagaimana melakukan pelatihan secara lebih efektif dan bagaimana melakukan kendali terhadap lingkungan taktis. Analoginya Jika seorang pemimpin dapat melatih bawahannya untuk meminimalkan waktu reaksi terhadap permasalahan taktis, melatih para pengambil keputusan mengambil keputusan secara tepat baik berdasarkan waktu dan keadaan kemudian mengerti bagaimana pola siklus pengambilan keputusan musuh dan melalui itu mengacaukannya maka perusahaan akan dapat mengambil keuntungan yang besar. Jika saja pimpinan perusahaan diliputi oleh situasi kebimbangan berkepanjangan dan tidak segera bertindak maka dia akan memberikan kesempatan bagi musuh untuk melakukan observasi dan mengambil keuntungan atas situasi tersebut. Jadi faktor waktu menjadi hal yang sangat penting dalam OODA.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Bazin, Aaron A., Boyd’s O-O-D-A Loop And The Infantry Company Commander, Infantry, January-February 2005.
[2] Dettmer,H. William, Operationalizing Sun Tzu: The O-O-D-A Loop, Goal Systems International, 2006
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/OODA_Loop tanggal akses 10 Februari 2008


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: